berikut ini yang tidak termasuk ke dalam bahasa pemrograman adalah

Apa yang Tidak Termasuk ke dalam Bahasa Pemrograman?

Apa yang tidak termasuk ke dalam bahasa pemrograman? Ini adalah pertanyaan yang sering muncul ketika seseorang baru mempelajari tentang dunia pemrograman. Meskipun mungkin terdengar jelas bagi beberapa orang, namun bagi pemula, ada beberapa konsep yang dapat membingungkan. Dalam artikel ini, kami akan membahas beberapa hal yang tidak termasuk ke dalam bahasa pemrograman dan mengapa hal ini penting untuk dipahami dalam perjalanan belajar Anda.

Sebelum kita melangkah lebih jauh, penting untuk memahami apa yang dimaksud dengan “bahasa pemrograman”. Bahasa pemrograman adalah sistem aturan dan sintaks yang digunakan oleh manusia untuk berkomunikasi dengan komputer. Ini adalah cara bagi kita untuk memberi instruksi kepada komputer tentang apa yang harus dilakukan. Namun, ada beberapa hal yang tidak termasuk ke dalam bahasa pemrograman ini, seperti yang akan dibahas di bawah ini.

Bahasa Manusia

Salah satu hal yang tidak termasuk ke dalam bahasa pemrograman adalah bahasa manusia. Meskipun manusia dapat menggunakan bahasa manusia untuk berkomunikasi dengan komputer, komputer tidak dapat langsung memahami bahasa manusia. Sebagai gantinya, kita harus menggunakan bahasa pemrograman yang telah ditulis dengan sintaks dan aturan yang dapat dipahami oleh komputer.

Kompleksitas Bahasa Manusia

Bahasa manusia memiliki kompleksitas yang sangat tinggi. Hal ini disebabkan oleh banyaknya varian kosakata, aturan tata bahasa, dan kemampuan manusia untuk menggunakan metode komunikasi non-verbal seperti ekspresi wajah dan gerakan tubuh. Komputer, di sisi lain, tidak dapat dengan mudah memahami dan menafsirkan kompleksitas ini tanpa adanya instruksi yang jelas dan terstruktur. Oleh karena itu, bahasa pemrograman digunakan sebagai alat komunikasi yang lebih terstruktur dan efektif antara manusia dan komputer.

Dalam bahasa pemrograman, sintaks dan aturan tertentu harus diikuti agar komputer dapat memahami instruksi yang diberikan. Bahasa pemrograman menggunakan kata-kata kunci, tanda baca, dan struktur yang terdefinisi dengan jelas untuk menginstruksikan komputer. Dengan menggunakan bahasa pemrograman, manusia dapat memberikan instruksi yang lebih spesifik dan terperinci kepada komputer, yang akan dieksekusi dengan tepat dan konsisten.

Perbedaan antara Bahasa Pemrograman dan Bahasa Manusia

Selain kompleksitas, ada beberapa perbedaan mendasar antara bahasa pemrograman dan bahasa manusia. Salah satu perbedaan utama adalah bahwa bahasa pemrograman lebih terstruktur dan konsisten daripada bahasa manusia. Dalam bahasa pemrograman, setiap pernyataan harus mengikuti sintaks dan aturan yang telah ditentukan. Ini memastikan bahwa instruksi yang diberikan kepada komputer dapat dieksekusi dengan benar.

Di sisi lain, bahasa manusia cenderung lebih ambigu dan tidak terstruktur. Dalam percakapan manusia sehari-hari, kita sering menggunakan kata-kata dengan banyak arti, frasa yang ambigu, dan bahkan ironi. Komputer tidak memiliki pengetahuan dan pemahaman yang sama dengan manusia, sehingga sulit bagi mereka untuk memahami konteks dan makna yang tidak jelas dalam bahasa manusia. Oleh karena itu, bahasa pemrograman digunakan untuk memberikan instruksi yang jelas dan terstruktur kepada komputer.

Bahasa Alami

Selain bahasa manusia, bahasa alami juga tidak termasuk ke dalam bahasa pemrograman. Bahasa alami adalah bentuk komunikasi yang digunakan oleh manusia sehari-hari, seperti bahasa Inggris, bahasa Indonesia, atau bahasa lainnya. Meskipun kita dapat menggunakan bahasa alami untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya, komputer tidak dapat langsung memahaminya.

Ambiguitas Bahasa Alami

Bahasa alami sangat kompleks dan memiliki banyak nuansa serta kebingungan. Komputer memerlukan instruksi yang jelas dan tidak ambigu, yang tidak selalu dapat dipastikan dalam bahasa alami. Misalnya, dalam bahasa alami, kata-kata memiliki banyak arti yang berbeda tergantung pada konteksnya. Hal ini dapat menyebabkan kebingungan dan kesalahan dalam memahami instruksi yang diberikan kepada komputer.

Selain itu, bahasa alami juga dapat mengandung frasa idiomatik, kata-kata slang, atau bahkan kesalahan ejaan. Semua ini dapat menyebabkan kesalahan dalam memahami instruksi yang diberikan kepada komputer. Oleh karena itu, kita harus menggunakan bahasa pemrograman yang telah ditulis dengan sintaks yang konsisten dan aturan yang jelas agar komputer dapat memahami instruksi yang kita berikan.

Perbedaan antara Bahasa Pemrograman dan Bahasa Alami

Selain ambiguitas, ada beberapa perbedaan mendasar antara bahasa pemrograman dan bahasa alami. Salah satu perbedaan utama adalah bahwa bahasa pemrograman lebih formal dan terstruktur daripada bahasa alami. Dalam bahasa pemrograman, setiap perintah dan pernyataan harus mematuhi sintaks dan aturan yang telah ditentukan sebelumnya. Ini memastikan bahwa instruksi yang diberikan kepada komputer dapat dieksekusi dengan benar dan konsisten.

Di sisi lain, bahasa alami cenderung lebih fleksibel dan tidak terstruktur. Manusia dapat menggunakan kosakata yang berbeda, frasa yang tidak baku, atau bahkan membuat kesalahan ejaan dalam bahasa alami. Komputer tidak dapat dengan mudah memahami dan menafsirkan variasi ini tanpa adanya instruksi yang jelas dan terstruktur. Oleh karena itu, bahasa pemrograman digunakan sebagai alat komunikasi yang lebih efektif dan dapat diandalkan antara manusia dan komputer.

Bahasa Isyarat

Bahasa isyarat adalah cara komunikasi yang menggunakan gerakan tangan, ekspresi wajah, dan tubuh untuk menyampaikan pesan. Meskipun bahasa isyarat adalah bentuk komunikasi yang penting bagi banyak orang, termasuk mereka dengan gangguan pendengaran, namun ini juga tidak termasuk ke dalam bahasa pemrograman.

Batasan Bahasa Isyarat dalam Komputasi

Bahasa isyarat bergantung pada gerakan fisik untuk menyampaikan pesan. Pentingnya gerakan dan ekspresi dalam bahasa isyarat membuatnya sulit untuk langsung diterjemahkan ke dalam instruksi yang dapat dipahami oleh komputer. Meskipun ada upaya untuk mengembangkan teknologi yang dapat menerjemahkan bahasa isyarat menjadi instruksi yang dapat dipahami oleh komputer, ini masih merupakan tantangan yang kompleks.

Salah satu pendekatan yang digunakan dalam mengatasi batasan ini adalah dengan menggunakan sensor dan kamera untuk mendeteksi gerakan dan ekspresi dalam bahasa isyarat. Teknologi seperti ini memungkinkan orang yang menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan komputer menggunakan gerakan tangan mereka. Namun, ini masih dalam tahap pengembangan dan belum digunakan secara luas.

Perbedaan antara Bahasa Pemrograman dan Bahasa Isyarat

Selain batasan dalam komputasi, ada perbedaan mendasar antara bahasa pemrograman dan bahasa isyarat. Salah satu perbedaan utama adalah bahwa bahasa pemrograman menggunakan sintaks dan aturan tertentu yang harus diikuti secara ketat. Ini memastikan bahwa instruksi yang diberikan kepada komputer dapat dieksekusi dengan benar dan konsisten.

Di sisi lain, bahasa isyarat tidak memiliki struktur sintaksis yang sama dengan bahasa pemrograman. Gerakan tangan, ekspresi wajah, dan tubuh digunakan untuk menyampaikan pesan dalam bahasa isyarat. Oleh karena itu, bahasa isyarat lebih bergantung pada pengenalan pola dan interpretasi visual daripada aturan sintaksis yang jelas. Meskipun ada upaya untuk mengembangkan teknologi yang dapat menerjemahkan bahasa isyarat menjadi instruksi yang dapat dipahami oleh komputer, ini masihmasih merupakan tantangan yang kompleks dan belum mencapai tingkat kematangan yang sama dengan bahasa pemrograman.

Bahasa Musik

Bahasa musik juga tidak termasuk ke dalam bahasa pemrograman. Bahasa musik adalah sistem notasi dan aturan yang digunakan untuk membuat dan membaca musik. Ini bukanlah bahasa yang digunakan untuk memberikan instruksi kepada komputer.

Fungsi Bahasa Musik

Bahasa musik digunakan untuk mengungkapkan ide dan emosi melalui suara. Ini melibatkan penggunaan elemen-elemen seperti nada, ritme, tempo, dan dinamika untuk menciptakan komposisi musik yang indah. Bahasa musik memiliki aturan dan notasi yang digunakan untuk menjelaskan dan memodelkan hubungan musik dengan cara yang dapat dipahami oleh musisi.

Meskipun ada kesamaan dalam hal sintaksis antara bahasa pemrograman dan bahasa musik, mereka berbeda dalam tujuan dan konteks penggunaannya. Bahasa pemrograman digunakan untuk memberikan instruksi kepada komputer, sedangkan bahasa musik digunakan untuk mengungkapkan ide dan emosi melalui suara.

Perbedaan antara Bahasa Pemrograman dan Bahasa Musik

Salah satu perbedaan utama antara bahasa pemrograman dan bahasa musik adalah tujuannya. Bahasa pemrograman digunakan untuk memberikan instruksi yang tepat dan terperinci kepada komputer, sedangkan bahasa musik digunakan untuk menciptakan komposisi musik yang artistik.

Bahasa pemrograman mengandalkan sintaks dan aturan yang ketat untuk memastikan instruksi yang diberikan kepada komputer dapat dieksekusi dengan benar. Di sisi lain, bahasa musik memiliki notasi yang digunakan untuk menggambarkan elemen-elemen musik seperti nada dan ritme, tetapi tidak memiliki aturan sintaksis yang kaku seperti bahasa pemrograman.

Bahasa Matematika

Bahasa matematika adalah sistem aturan dan notasi yang digunakan untuk menjelaskan dan memodelkan hubungan matematika. Ini bukanlah bahasa yang digunakan untuk memberikan instruksi kepada komputer, meskipun ada keterkaitan dengan konsep matematika dalam bahasa pemrograman.

Fungsi Bahasa Matematika

Bahasa matematika digunakan untuk menjelaskan dan menggambarkan hubungan dan konsep matematika. Ini melibatkan penggunaan simbol, persamaan, dan aturan matematika yang telah ditetapkan. Bahasa matematika memungkinkan kita untuk memodelkan dan memecahkan masalah matematika dengan cara yang sistematis dan logis.

Bahasa pemrograman menggunakan konsep matematika dalam banyak aspeknya, seperti operasi matematika, logika, dan algoritma. Namun, bahasa pemrograman juga mencakup lebih dari itu. Bahasa pemrograman memungkinkan programmer untuk mengekspresikan ide dan logika dengan lebih mudah dan lebih efisien daripada bahasa matematika.

Perbedaan antara Bahasa Pemrograman dan Bahasa Matematika

Meskipun ada kesamaan dalam hal konsep matematika, ada perbedaan signifikan antara bahasa pemrograman dan bahasa matematika. Salah satu perbedaan utama adalah bahwa bahasa pemrograman lebih luas dalam cakupannya daripada bahasa matematika.

Bahasa pemrograman tidak hanya mencakup konsep matematika, tetapi juga mencakup konsep seperti logika, algoritma, struktur data, dan paradigma pemrograman. Bahasa pemrograman memungkinkan programmer untuk menggabungkan konsep matematika dengan alat dan teknik pemrograman yang lebih lengkap untuk menciptakan solusi yang kompleks dan efisien.

Bahasa Visual

Bahasa visual adalah bentuk komunikasi yang menggunakan gambar, grafik, dan simbol untuk menyampaikan pesan. Ini juga tidak termasuk ke dalam bahasa pemrograman.

Fungsi Bahasa Visual

Bahasa visual digunakan dalam berbagai konteks, seperti desain grafis, ilustrasi, dan presentasi visual. Ini melibatkan penggunaan elemen-elemen visual seperti warna, bentuk, dan tata letak untuk menyampaikan pesan dengan cara yang mudah dipahami oleh manusia.

Selain itu, bahasa visual juga digunakan dalam pengembangan antarmuka pengguna (UI) dalam pembuatan aplikasi dan situs web. Penggunaan ikon, gambar, dan elemen visual lainnya membantu membuat antarmuka pengguna yang intuitif dan menarik bagi pengguna.

Perbedaan antara Bahasa Pemrograman dan Bahasa Visual

Salah satu perbedaan utama antara bahasa pemrograman dan bahasa visual adalah cara komunikasi yang digunakan. Bahasa pemrograman menggunakan sintaks teks yang terstruktur dan aturan tertentu yang harus diikuti. Komputer tidak dapat langsung memahami gambar atau simbol tanpa instruksi yang jelas dan terstruktur.

Di sisi lain, bahasa visual menggunakan elemen visual seperti gambar, grafik, dan simbol untuk menyampaikan pesan. Bahasa visual lebih fokus pada komunikasi melalui tampilan visual yang mudah dipahami oleh manusia. Bahasa visual digunakan dalam berbagai konteks, seperti desain grafis, ilustrasi, dan pembuatan antarmuka pengguna.

Bahasa Binari

Bahasa biner adalah bahasa pemrograman terendah yang digunakan oleh komputer. Ini adalah sistem notasi yang terdiri dari angka 0 dan 1, yang digunakan untuk mewakili instruksi dan data dalam komputer. Meskipun bahasa biner adalah bagian penting dari komputasi, ini tidak termasuk ke dalam bahasa pemrograman dalam arti tradisional.

Fungsi Bahasa Biner

Bahasa biner digunakan dalam sistem komputer untuk merepresentasikan dan memanipulasi data. Dalam bahasa biner, setiap angka 0 dan 1 mewakili bit, yang merupakan unit terkecil informasi dalam komputer. Dengan menggunakan bahasa biner, komputer dapat melakukan operasi matematika, logika, dan memori secara efisien.

Bahasa pemrograman modern seperti Python atau Java menggunakan sintaks yang lebih kompleks dan abstrak daripada bahasa biner. Bahasa pemrograman modern memungkinkan programmer untuk mengekspresikan ide dan logika dengan lebih mudah dan lebih efisien. Bahasa pemrograman modern menggunakan struktur sintaksis yang lebih terbaca dan lebih mudah dimengerti oleh manusia.

Perbedaan antara Bahasa Pemrograman dan Bahasa Biner

Meskipun bahasa biner adalah dasar dari semua bahasa pemrograman, ada perbedaan signifikan antara keduanya. Bahasa biner digunakan untuk merepresentasikan instruksi dan data dalam bentuk angka 0 dan 1, sedangkan bahasa pemrograman menggunakan sintaks yang lebih terstruktur dan terbaca oleh manusia.

Bahasa pemrograman modern menggunakan kata-kata kunci, tanda baca, dan struktur sintaksis yang terdefinisi dengan jelas untuk menginstruksikan komputer. Ini memungkinkan programmer untuk mengekspresikan ide dan logika dengan lebih mudah dan lebih efisien daripada bahasa biner.

Bahasa Markup

Bahasa markup adalah sistem notasi yang digunakan untuk memberikan instruksi tentang struktur dan tampilan dokumen. Salah satu contoh yang paling terkenal adalah HTML (Hypertext Markup Language), yang digunakan untuk membuat halaman web.

Fungsi Bahasa Markup

Bahasa markup digunakan dalam pengembangan web untuk mengatur struktur dan tampilan halaman web. Bahasa markup seperti HTML memungkinkan pengembang untuk menentukan elemen-elemen seperti judul, paragraf, gambar, dan tautan dalam halaman web. Dengan menggunakan bahasa markup, pengembang dapat mengatur tampilan dan struktur dokumen dengan cara yang terstruktur dan konsisten.

Meskipun bahasa markup memiliki sintaks dan aturan tertentu yang harus diikuti, ini bukanlah bahasa pemrograman dalam arti tradisional. Bahasa markup digunakan untuk mengatur tampilan dan struktur dokumen, sedangkan bahasa pemrograman digunakan untuk memberikan instruksi kepada komputer.

Perbedaan antara Bahasa Pemrogramandan Bahasa Markup

Meskipun ada beberapa kesamaan dalam hal sintaksis, bahasa pemrograman dan bahasa markup memiliki perbedaan mendasar. Salah satu perbedaan utama adalah tujuan penggunaannya. Bahasa pemrograman digunakan untuk memberikan instruksi kepada komputer dan mengendalikan perilaku program, sedangkan bahasa markup digunakan untuk mengatur tampilan dan struktur dokumen.

Bahasa pemrograman menggunakan konsep seperti variabel, operasi matematika, logika, dan struktur kontrol untuk menghasilkan alur eksekusi program yang kompleks. Di sisi lain, bahasa markup menggunakan tag dan atribut untuk menandai elemen-elemen dalam dokumen dan memberikan petunjuk tentang cara menampilkan dan mengorganisasikannya.

Selain itu, bahasa pemrograman memiliki kebebasan yang lebih besar dalam hal fleksibilitas dan kontrol dalam pengaturan perilaku program. Bahasa markup lebih terbatas dalam hal fungsionalitasnya dan lebih difokuskan pada tampilan visual dan struktur dokumen.

Bahasa Query

Bahasa query adalah sistem notasi yang digunakan untuk mengambil data dari basis data. Salah satu contoh yang paling terkenal adalah SQL (Structured Query Language), yang digunakan untuk mengelola dan mengambil data dari basis data.

Fungsi Bahasa Query

Bahasa query digunakan dalam pengelolaan basis data untuk mengambil, memanipulasi, dan mengelola data. Bahasa query memungkinkan pengguna untuk menentukan kriteria pencarian dan mengambil data yang relevan dari basis data. Dengan menggunakan bahasa query, pengguna dapat melakukan operasi seperti pemfilteran, pengurutan, dan pengelompokan data.

Bahasa query memiliki sintaks dan aturan tertentu yang harus diikuti agar dapat berfungsi dengan baik. Namun, ini tidak termasuk ke dalam bahasa pemrograman dalam arti tradisional. Bahasa query digunakan untuk mengambil dan memanipulasi data, sedangkan bahasa pemrograman digunakan untuk memberikan instruksi yang lebih kompleks kepada komputer.

Perbedaan antara Bahasa Pemrograman dan Bahasa Query

Meskipun ada kesamaan dalam hal sintaksis, ada perbedaan mendasar antara bahasa pemrograman dan bahasa query. Salah satu perbedaan utama adalah tujuan penggunaannya. Bahasa pemrograman digunakan untuk memberikan instruksi yang lebih kompleks dan luas kepada komputer, sedangkan bahasa query digunakan secara khusus untuk mengambil dan memanipulasi data dari basis data.

Bahasa pemrograman mencakup konsep seperti variabel, operasi matematika, logika, dan struktur kontrol untuk menghasilkan alur eksekusi program yang kompleks. Di sisi lain, bahasa query digunakan untuk merancang dan menjalankan perintah-perintah yang berhubungan dengan basis data, seperti mengambil data, mengurutkan data, atau mengelompokkan data.

Bahasa Skrip

Bahasa skrip adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang digunakan untuk mengotomatisasi tugas-tugas tertentu. Salah satu contoh yang paling terkenal adalah JavaScript, yang digunakan untuk membuat interaksi dan animasi di halaman web.

Fungsi Bahasa Skrip

Bahasa skrip digunakan untuk mengotomatisasi tugas-tugas tertentu dan membuat skenario interaktif di dalam program atau halaman web. Bahasa skrip memungkinkan programmer untuk menulis kode yang dieksekusi secara berurutan, sehingga memungkinkan interaksi pengguna, manipulasi data, dan pengambilan keputusan dalam program.

Bahasa skrip menggunakan sintaks yang lebih sederhana dan lebih mudah dibaca dibandingkan dengan bahasa pemrograman yang lebih kompleks. Bahasa skrip memungkinkan pengembangan program yang lebih cepat dan lebih mudah, karena tidak memerlukan kompilasi dan dapat langsung dieksekusi.

Perbedaan antara Bahasa Pemrograman dan Bahasa Skrip

Salah satu perbedaan utama antara bahasa pemrograman dan bahasa skrip adalah cara eksekusi programnya. Bahasa pemrograman umumnya menggunakan kompilasi, di mana kode program dikonversi menjadi instruksi mesin sebelum dieksekusi. Di sisi lain, bahasa skrip tidak memerlukan proses kompilasi, sehingga kode dapat dieksekusi langsung.

Bahasa pemrograman biasanya lebih kuat dan lebih fleksibel dalam hal fitur dan kemampuan pemrograman yang kompleks. Bahasa skrip, di sisi lain, lebih sederhana dan lebih mudah dipelajari, sehingga cocok untuk tugas-tugas yang lebih kecil dan otomatisasi yang lebih sederhana.

Bahasa Pemrograman Tidak Resmi

Selain hal-hal yang telah disebutkan di atas, ada juga bahasa pemrograman yang tidak diakui secara resmi oleh komunitas pemrograman. Bahasa-bahasa ini sering kali dikembangkan oleh individu atau kelompok kecil untuk tujuan tertentu, dan mungkin tidak memiliki dukungan dan dokumentasi resmi.

Karakteristik Bahasa Pemrograman Tidak Resmi

Bahasa pemrograman tidak resmi dapat memiliki karakteristik yang berbeda-beda, tergantung pada tujuan dan pengembangannya. Beberapa bahasa pemrograman tidak resmi mungkin ditujukan untuk keperluan spesifik, seperti pengolahan data ilmiah, pengembangan game, atau pemrograman web. Bahasa-bahasa ini sering kali memiliki sintaks dan fitur yang dioptimalkan untuk tujuan mereka.

Meskipun bahasa pemrograman tidak resmi mungkin tidak diakui secara luas oleh komunitas pemrograman, mereka masih dapat digunakan untuk membuat program dan memecahkan masalah tertentu. Namun, penting untuk mempertimbangkan bahwa bahasa pemrograman tidak resmi mungkin tidak memiliki dukungan dan dokumentasi yang luas, sehingga dapat menyulitkan dalam pembelajaran dan pengembangan program.

Perbedaan antara Bahasa Pemrograman Tidak Resmi dan Resmi

Perbedaan utama antara bahasa pemrograman tidak resmi dan resmi adalah tingkat pengakuan dan dukungan dari komunitas pemrograman. Bahasa pemrograman resmi umumnya memiliki dukungan yang lebih luas, dokumentasi yang baik, dan komunitas pengguna yang aktif. Dalam bahasa pemrograman resmi, pengembangan dan penggunaan bahasa tersebut mengikuti standar yang telah ditetapkan oleh komunitas pemrograman.

Di sisi lain, bahasa pemrograman tidak resmi mungkin dikembangkan oleh individu atau kelompok kecil untuk tujuan tertentu. Bahasa-bahasa ini mungkin memiliki sintaks dan fitur yang dioptimalkan untuk tujuan mereka, tetapi mungkin tidak memiliki dukungan dan dokumentasi yang luas. Oleh karena itu, penggunaan bahasa pemrograman tidak resmi mungkin lebih terbatas dan memerlukan upaya tambahan dalam pembelajaran dan pengembangan program.

Kesimpulan

Dalam perjalanan belajar pemrograman, penting untuk memahami apa yang termasuk ke dalam bahasa pemrograman dan apa yang tidak. Bahasa manusia, bahasa alami, bahasa isyarat, bahasa musik, bahasa matematika, bahasa visual, bahasa biner, bahasa markup, bahasa query, dan bahasa skrip adalah beberapa hal yang tidak termasuk ke dalam bahasa pemrograman dalam arti tradisional.

Memahami konsep ini akan membantu Anda dalam memahami batasan dan kemampuan bahasa pemrograman. Ini juga akan memungkinkan Anda untuk lebih efektif dalam memilih alat dan teknologi yang tepat untuk proyek Anda. Dengan pengetahuan yang baik tentang apa yang termasuk dan tidak termasuk ke dalam bahasa pemrograman, Anda akan siap untuk memulai perjalanan Anda dalam dunia pemrograman dengan keyakinan dan pemahaman yang lebih baik.

Related video of berikut ini yang tidak termasuk ke dalam bahasa pemrograman adalah